Sejauh ini, lanjutnya, jumlah cadangan beras Pemkot Yogyakarta sebanyak 65,05 ton dan masih utuh belum digunakan. Karena masih bisa diatasi dengan bantuan pangan dan gerakan pangan murah, operasi pasar, pasar murah, adanya kios segoro amarto dan sebagainya.
“Seperti halnya ada bantuan pangan ke masyarakat, itu merupakan bagian dari pengendalian inflasi dan intervensi pemerintah untuk mengatasi kerawanan pangan. Apalagi karena kondisi iklim el nino kemarin yang berimbas pada penurunan produksi beberapa komoditas pangan. Jadi ketika ada bahan pangan di masyarakat itu harga tidak melonjak tinggi dan masih bisa terkendali,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono menyampaikan, pihaknya bersama TPID terus bersinergi dan secara rutin terus melakukan pantauan perubahan harga kebutuhan bahan pangan di pasaran.
“Untuk pelaksanaan pantauan harga sampel yang diambil ada di beberapa pasar rakyat seperti Pasar Bringharjo, Kranggan, Demangan kemudian Prawirotaman. Di mana Pemkot Yogya juga terus bersinergi dan membangun kerja sama dengan beberapa daerah penghasil, agar bisa memasok hasil produksinya ke Kota Yogya yang notabene bukan produsen,” ujarnya. (*)
