DEMAK, Cakram.net – Musim hujan, masyarakat Kabupaten Demak diminta lebih mewaspadai penyakit leptospirosis. Pasalnya, penyakit tersebut dapat mengakibatkan kematian.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Heri Winarno, menyampaikan, setiap tahunnya ada kasus leptospirosis yang berakibat pada kematian. Namun, jumlahnya mengalami penurunan selama empat tahun terakhir.
Pada 2020, imbuhnya, penderita leptospirosis sebanyak 108 orang, meninggal 14 orang. Pada 2021 penderitanya 28 orang, meninggal lima orang. Kemudian, pada 2022 penderita leptospirosis meningkat menjadi 42 orang, meninggal 13 orang, dan 2023 penderitanya 53 orang, meninggal enam orang.
Heri menjelaskan, seseorang bisa menderita leptospirosis, jika terpapar air atau tanah yang terkontaminasi kencing tikus pembawa bakteri Leptospira. Karenanya, trend penyakit itu biasanya meningkat saat musim hujan.
“Leptospirosis dapat menyerang siapa saja dari petani, nelayan, pekerja bangunan, pegawai kantor, guru hingga ibu rumah tangga. Sebab Leptospirosis dapat menyebar melalui air dan tanah yang terkontaminasi urin hewan pembawa bakteri Leptospira,” kata Heri, dilansir dari jatengprov.go.id, Kamis 1 Februari 2024.
