Mengingat penyakit tersebut dapat berdampak pada kematian, dia meminta masyarakat lebih waspada saat musim hukan ini, karena banyak genangan air di sekitar lingkungan, yang dikhawatirkan sudah tercemar bakteri. Hindari kontak dengan air atau tanah yang rawan terkontaminasi.
“Seseorang dapat terserang Leptospirosis, jika terkena urin hewan tersebut atau kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi. Perlu lebih waspada di musim penghujan, karena akan banyak genangan air di sekitar lingkungan. Hal tersebut menjadi tempat sumber penularan Leptospirosis,” bebernya.
Heri menambahkan, untuk pencegahan dan pengendalian, pihaknya melibatkan kerja sama lintas sektoral. Antara lain dengan Dinperkim, Dinas LH, Dinpertan, BPBD, dan Dinkominfo. (*)
