Sementara itu, Kepala Desa Pandemulyo Siswaji menyambut baik FGD yang dilaksanakan bersama dengan USAID IUWASH Tangguh untuk mengidentifikasi permasalah terkait dengan penurunan debit air yang ada di Tuk Mulyo, yakni dengan pembuatan sumur resapan di lingkungan hunian masing- masing, konservasi lahan, penanaman pohon dan pelestarian budaya, sehingga nantinya masyarakat lebih peduli dengan pentingnya sumber mata air, serta kelestarian alam.
“Untuk kondisi mata air Tuk Mulyo kemarin sempet berkurang dibandingkan tahun lalu semoga dengan adanya FGD ini kedepannya melalui pembuatan sumur respan, penanaman pohon, konservasi lahan ditambah dengan pelestarian budaya dan lingkungan kondisi mata air Tuk Mulyo akan pulih seperti dulu, sehingga debit airnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat baik air minum maupun persawahan yang ada di sekitarnya bahkan kedepannya dapat di kembangkan ke sektor pariwisata dalam bidang perairan”
Dan semoga kedepannya lebih banyak masyarakat yang sadar untuk menjaga sumber mata air karena sumber mata air ini ada dengan konservasi lahan yang ada yang ada di atas mata air Tuk Mulyo,” harapnya. (*)
