REMBANG, Cakram.net – Kabupaten Rembang mencatat pencapaian luar biasa dalam penurunan angka stunting pada 2023. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka stunting di Kabupaten Rembang mengalami penurunan signifikan sebesar 4,8 persen, yakni dari 24,3 persen pada 2022 menjadi 19,5 persen pada 2023.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’, pada pertemuan evaluasi intervensi spesifik stunting, di Aula Bappeda kabupaten setempat, Selasa 7 Mei 2024. Menurutnya, penurunan tersebut merupakan hasil kerja keras Pemerintah Kabupaten Rembang, serta merupakan bukti keseriusan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bersama pihak-pihak terkait.
“Masih banyak strategi yang mesti kita lakukan dan terapkan, ini membutuhkan komunikasi, kolaborasi dari kawan-kawan OPD yang ada di bidang intervensi ini. Kemudian kita juga sudah memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada balita. Melalui kawan-kawan yang ada di bawah, ini merupakan kolaborasi yang bagus,” ungkapnya, dilansir dari jatengprov.go.id, Rabu 8 Mei 2024.
Meski demikian, lanjutnya, masih ada 579 balita di Kabupaten Rembang yang masih mengalami stunting. Angka tersebut menjadi perhatian serius, terutama di wilayah kerja Puskesmas Sarang 2, dengan angka stunting 23,1 persen, diikuti Puskesmas Pamotan 18,9 persen, dan Puskesmas Sulang 18,3 persen.
“Tapi secara keseluruhan, kita sudah melewati batas minimal prevalensi stunting yaitu 14 persen yang telah ditetapkan. Ini capaian juga bagi kita menurut SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) tahun 2024,” jelasnya.
