UNGARAN, Cakram.net – Tradisi minum jamu merupakan warisan budaya leluhur di Indonesia tidak boleh hilang di era modern saat ini. Terlebih budaya minum jamu telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO.
Hal itu disampaikan Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat di acara peringatan Hari Jamu Nasional ke-16 bertema “Ayo Minum Jamu” di Agrowisata Sido Muncul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis 30 Mei 2024. Dalam acara ini Sido Muncul mengundang 100 pedagang jamu.
Para pedagang jamu dari Jakarta, Semarang, Solo dan Yogyakarta diajak keliling untuk melihat proses produksi produk Sido Muncul yang telah menggunakan teknologi modern. Mereka juga diberikan penyuluhan dan edukasi mengenai cara memproduksi jamu yang aman dan bebas dari bahan kimia dari Balai Besar POM Semarang. Selanjutnya diadakan minum jamu bersama.
“Meski produksi jamu sudah modern dalam bentuk kapsul dan cair, tapi ujung tombaknya adalah para pedagang jamu. Kami selalu ingat mereka, karena sangat berjasa mempopulerkan jamu. Tradisi minum jamu jangan sampai hilang,” tandas Irwan Hidayat.
Kata Irwan, untuk memajukan jamu gendong para penjualnya harus kreatif dan menjaga kebersihan. Cara memasarkannya juga harus menarik.
