Peringati Hari Jamu Nasional, Irwan Hidayat: Tradisi Minum Jamu Jangan Hilang

“Saya percaya negara semakin maju, tradisi seperti minum jamu ini semakin berharga. Kami percaya penjual jamu gendong tetap eksis,” ujarnya.

Menurut Irwan, awalnya semua orang minum jamu sebelum ada penemuan obat-obatan. Sehingga budaya minum jamu harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada para generasi muda.

“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan jamu yang dikemas dalam bentuk modern agar lebih praktis untuk dikonsumsi. Sehingga dapat menarik minat generasi muda untuk ikut melestarikan tradisi minum jamu, serta menjadi alternatif bagi masyarakat yang kurang menyukai aroma jamu yang terkesan pahit,” kata Irwan.

Saat ini Sido Muncul telah memiliki varian produk yang dikemas secara modern dalam bentuk soft capsule yang sebelumnya diproduksi dalam bentuk serbuk dan cair, seperti produk Tolak Angin yang awalnya dalam bentuk serbuk, kemudian dikemas dalam bentuk sachet (cair) kemudian dikembangkan kembali dalam bentuk Soft Capsule. Ada juga varian jamu siap minum yang dikemas dalam botol seperti jamu lifestyle.

Jamu telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia selama berabad-abad. Tradisi minum jamu di Nusantara diyakini telah ada sejak abad ke-8, dibuktikan dengan relief di Candi Borobudur dan beberapa manuskrip kuno seperti Kakawin Ramayana dan Serat Chentini.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *