Disampaikan, di era digital, data menjadi sumberdaya yang paling penting dan berharga, bahkan nilainya lebih mahal dari pada minyak. Untuk itu, dirinya meminta kepada perangkat daerah yang memiliki aplikasi dan menyimpan data untuk tidak memasrahkan datanya pada satu orang atau satu pihak.
“Jangan sampai kita kehilangan data karena kita terlalu percaya pada satu pihak, kita juga harus memiliki misalnya kata sandi dan tahu mendalam aplikasi yang kita punya. Kalau terjadi sesuatu, kita bisa antisipasi,” tandasnya.
Terkait keamanan siber dan data, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Arif Darmawan menyampaikan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya. Hal itu merupakan tindak lanjut dari serangan siber, yang marak melanda sistem pemerintahan dan sebagai antisipasi agar Pemerintah Kabupaten Jepara tidak terdampak serangan siber.
“Saat ini, kami telah mengirim lima orang dari Diskominfo untuk mengikuti pelatihan, terkait keamanan siber,” kata Arif.
Mengenai aplikasi Samudra, Arif memohon dukungan seluruh pihak yang terlibat, agar mendukung upaya pemerintah sebagaimana arahan yang disampaikan Sekda Edy Sujatmiko dan Surat Edaran Sekda pada 4 Desember 2023.
