Praktisi keamanan informasi dan siber, Tri Febrianto mengatakan, upaya yang harus dilakukan pemprov dalam mengamankan sistem informasi, yang terpenting adalah menanamkan rasa peduli akan pengamanan sistem di sisi siber, baik teknis maupun nonteknis.
“Contohnya tadi kalau nonteknis adalah kesadaran mereka untuk bisa memberlakukan, atau mempunyai habit yang aman masalah siber, seperti membuat password,” ungkapnya.
Kemudian, lanjut Tri, masalah teknikal, di mana membuat aplikasi tidak cukup memastikan berfungsi dengan baik, tetapi bagaimana memikirkan risiko ancaman siber dunia.
“Jadi itu seperti by design. Tapi tidak hanya itu, yang utama adalah SOP yang dijalankan, dan kapasitas harus di-upgrade itu juga ya, juga didukung dengan anggaran yang baik untuk membantu di sisi teknologinya. Karena memang perlu adanya teknologi untuk mendukung dan membantu untuk mengontrol itu. Jadi paling tidak, ada peringatan dini (early warning) kalau memang ada sesuatu yang mengancam, dan langsung bisa menghentikan,” ujarnya. (*)
