Bupati Semarang “Duduk Bumi” Pembangunan Menara Masjid Agung Al Mabrur

Permohonan bantuan tersebut diajukan pada akhir Maret 2023, dan meskipun saat ini baru terealisasi satu menara, hal ini merupakan langkah awal yang sangat berarti.

“Keberadaan menara ini tidak hanya menambah keindahan dan kenyamanan masjid, tetapi juga memperkuat syiar dakwah keagamaan di lingkungan Masjid Agung Al Mabrur,” jelas Samsul.

Ia menambahkan, menara ini memiliki fungsi simbolis yang penting, sebagai penanda visual bagi komunitas Muslim serta tempat panggilan salat atau azan dilakukan.

Selamaten Duduk Bumi memnadai memulai pembangunan menara Masjid Agung Al Mabrur di Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada Jumat siang, 9 Agustus 2024.

 

Menara masjid yang akan dibangun memiliki ketinggian sekitar 33 meter dan didesain dengan kokoh serta estetika yang mengandung filosofi mendalam.

Ornamen Gunungan Wayang yang menghiasi menara ini melambangkan ciri khas Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Semarang.

Selain itu, terdapat tiga pilar di setiap sudut menara yang merepresentasikan tiga pilar utama dalam Islam: Islam, Iman, dan Ihsan.

Menara ini juga dihiasi dengan ornamen Bintang 8, yang melambangkan kejayaan dan perdamaian dalam masyarakat Muslim.

Menara tersebut terdiri dari lima bagian, yang masing-masing melambangkan Rukun Islam, dimulai dari pondasi yang merepresentasikan Syahadat, hingga puncaknya yang menggambarkan kewajiban haji bagi yang mampu.

Dengan segala makna dan simbolisme yang terkandung, pembangunan menara Masjid Agung Al Mabrur diharapkan menjadi penanda baru yang memperkuat identitas Islam dan budaya Jawa di Kabupaten Semarang, sekaligus menjadi pusat syiar keagamaan bagi umat Muslim di sekitarnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *