Nurul pun mengungkapkan, ihwal sikap Partai Gerindra Kabupaten Semarang –yang akhirnya memilih bergabung dalam koalisi MUTIARA– memang diperintahkan oleh DPP Partai Gerindra untuk bergabung dengan koalisi pengusung pasangan calon Ngesti Nugraha- Nur Arifah.
Nurul juga menegaskan perubahan peta koalisi yang terjadi tersebut menjadi salah satu peristiwa sekaligus dinamika di dunia politik, yang sudah biasa terjadi dalam menyambut kontestasi atau Pilkada Kabupaten Semarang 2024.
“Tentu dengan adanya ‘kejutan’ dari Partai Gerindra ini akan menjadikan partai kami (PPP) semakin teruji dan dinamikan ini akan semakin membuatnya untuk teguh mengabdi di Bumi Serasi (Kabupaten Semarang) tercinta ini,” lanjutnya.
Disinggung kelangsungan pencalonannya, Nurul Huda menegaskan tetap akan maju mencalonkan diri pada Pilkada 2024 Kabupaten Semarang. Namun dengan siapa akan berpasangan masih dirahasiakanannya.
“Kalau saya tetap maju dan untuk pasangan masih ‘dibungkus’ dan siapa sosoknya nanti akan muncul pada saat mendaftar ke KPU Kabupaten Semarang, InsyaAllah Kamis 29 Agustus 2024 besok,” jawabnya diplomatis.
