Sesuatu hal penting yang dimaksud tersebut adalah menyangkut pemenangan. Sehingga, keputusan untuk meninggalkan PPP Kabupaten Semarang memang mendadak dan seperti dating terlambat.
Sudarjak juga mengakui banyak hal sulit bisa diterima ketika keputusan untuk bergabung dengan koalisi MUTIARA datang tadi malam. namun instruksi itu datang langsung dari DPD Partai Gerindra Jawa Tengah dan DPP Partai Gerindra.
Beberapa pertimbangannya antara lain penilaian terakhir terhadap calon, elektabilitas termasuk kondisi di Kabupaten Semarang ini yang mewajibkan untuk ikut besama- sama koalisi MUTIARA membangun Kabupaten Semarang.
Disinggung soal nasib Herjuna nama bakal calon bupati internal Partai Gerindra yang sebelumnya juga santer bakal diusung, Sudarjak menyampaikan memang sudah disiapkan sejak lama.
“Namun karena sesuatu hal yang tidak bisa kami sampaikan, maka dukungan ini harus berubah kepada pasangan Ngesti Nugraha-Nur Arifah sesuai perintah dari DPP Partai Gerindra,” tegasnya.
Disinggung apakan keputusan ini juga sudah dikomunikasikan dengan PPP Kabupaten Semarang, Sudarjak mengaku belum bisa berbicara secara langsung namun informasi melalui pesan WA.
“Setelah ini (menghadiri acara deklarasi koalisi MUTIARA baru saya akan ke DPC PPP Kabupaten Semarang untuk menyampaikan langsung,” tegasnya. (bow)
