Desa Asinan Dorong Lomba Sampan Tradisional Jadi Agenda Wisata Tahunan

Seperti tahun ini, ada lomba balap sampan tradisional serta lomba meniti bambu di atas aliran sungai Tuntang dan mengaitkan caping dari atas sampan sebagai lomba yang bersifat hiburan utuk masyarakat,” jelasnya.

Yang unik dari lomba balap sampan tradisional ini, lanjut Turchamun, sampan yang digunakan merupakan sampan modifikasi sedemikian rupa, yakni dua sampan disambung dijadikan satu untuk lima orang (satu tim peserta).

Selain itu, dalam lomba ini sampan didayung dengan tangan kosong. Tiap sampan hanya ada satu dayung dan digunakan untuk mengendalikan arah (kemudi), mulai dari titik start hingga finish, sejauh kurang lebih 200 meter.

Upaya untuk mengangkat lomba sampan tradisional skala dusun ini mejadi event kegiatan skala Desa Asinan mulai digagas tahun ini, dengan melibatkan berbagai unsur di lingkungan Pemdes Asinan Sebagai peserta.

“Makanya dalam lomba kali ini, kami mulai melibatkan unsur perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan sejumlah rukun tetangga (RT) yang ada di Desa Asinan,” tambahnya.

Dengan begitu, lanjutnya, lomba sampan tradisional di Dusun Sumurup ini bisa menjadi event atraksi parisiwata tahunan, yang penyelenggaraannya mampu mendatangkan wisatawan ke Kabupaten Semarang.

Dalam hal dukungan keamanan dan keselematan, Pemdes Asinan juga melibatkan unsur Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD), Damkar Kabupaten Semarang dan juga petugas khusus pengamanan jalur kereta wisata.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *