“Dengan kegiatan rutin kebudayaan yang melibatkan seniman dan budayawan di wilayah dengan fokus regenerasi anak mudanya. Kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek budaya saja tapi juga pariwisata, sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Narasumber lainnya adalah Mike Susanto yang merupakan Dewan Kebudayaan. Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan materi terkait dengan strategi kebudayaan yang dapat diaplikasikan dalam rangka menjaga keistimewaan Yogyakarta.
Menurutnya salah satu strateginya adalah dengan menggalakkan berbagai festival. Sejauh ini tampak bahwa festival di Kota Yogyakarta berguna sebagai upaya membentuk ruang-ruang inklusif, sekaligus juga membuka gambaran lanskap geografi ruang dan tempat festival yang saling diperebutkan.
“Namun perlu adanya peningkatan pengetahuan persoalan festival dan sumber daya atau aset yang digunakan. Ruang atau tempat serta misi festival sering tertutup pleh kepentingan kapitalistik, kurang diimplementasikan sebagai pengetahuan budaya yang diwariskan,” ujarnya. (*)
