Menurut Wiwit, dari kedua data ini menjawab, bahwa Chattra rekontruksi van Erp yang saat ini sudah dibongkar, tidak akan disusun coba dan tidak akan dipasang di stupa induk candi.Nantinya batuan Chattra akan dipindahkan ke tempat yang baik dan dibiarkan terurai.
Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat Desa Borobudur meminta agar pemasangan Chattra (payung) stupa induk Candi Borobudur ditunda pemasangannya. Permintaan penundaan pemasangan Chattra tersebut adanya kekhawatiran terhadap nilai sejarah dan keaslian Candi Borobudur dan diperlukan kajian yang mendalam.
Lukman Fauzi Mudasir, Koordinator Daya Desa Borobudur mengatakan, pemasangan Chatrra terkesan buru-buru dan terlalu dipaksakan. Padahal pemasangan bebatuan candi tidak semudah itu dan diperlukan kajian yang mendalam.
Ia menekankan, Candi Borobudur tidak hanya simbol spiritual bagi umat Buddha. Melainkan, merupakan warisan budaya yang penting bagi seluruh dunia. Untuk itu, segala bentuk intervensi terhadap Borobudur harus dilakukan dengan kehati-hatian. Termasuk melakukan kajian dan penelitian yang mendalam, dan disesuaikan kaidah sejarah dan arkeologi. (*)
