Pemasaran Batik Jumputan di Yogyakarta Merambah E-Commerce

YOGYAKARTA, Cakram.net –  Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Yogyakarta berkomitmen mewujudkan Yogyakarta sebagai kota yang mandiri, kreatif dan berdaya saing tinggi. Salah satu upaya yang dilakukan dengan melakukan pembinaan serta pendampingan terhadap Industri Kecil Menengah (IKM).

Sentra batik dan jumputan “Batik Jumputan Ibu Sejahtera” yang berada di jalan Soga no 33 sudah ada sejak tahun 2011,  peserta pembinaan dan pendampingan Dinas PKU Kota Yogyakarta. Salah satu anggota Batik Jumputan Ibu Sejahtera, Ibu Marina menceritakan sentra batik jumputan berawal dari 21 ibu rumah tangga yang ingin mengisi waktu luangnya untuk hal-hal positif.

“Awalnya kita 21 orang, tapi sekarang tinggal 18 orang yang aktif membuat batik. Modal kita saat itu hanya 4 juta, alhamdulillah bisa bertahan sampai sekarang,” ujar Marina, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Senin 2 September 2024.

Pihaknya mengungkapkan dengan ciri khas motif jumputan latar ringkel berhasil meraup omzet mencapai 200 juta lebih. Motif jumputan, teknik pemberian motif pada sebuah kain yang dilakukan dengan mengikat kain secara tradisional dan mencelupkannya pada larutan yang telah diberi zat warna.

Sementara motif latar ringkel merupakan teknik pewarnaan kain yang memadukan teknik batik dengan teknik ringkel. Ringkel sendiri yaitu teknik mewarnai kain yang menggunakan teknik jahit cubit (smock) untuk membantu proses perintangan warna, sehingga menghasilkan desain motif baru di dunia tekstil kerajinan yang indah dan menarik.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *