Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta Afia Rosdiana menjelaskan bahwa Pusat Unggulan Naskah Kuno Gantari bekerja sama dengan berbagai pihak tentu akan memiliki banyak referensi naskah kuno. Pihaknya mengungkapkan bahwa sudah melakukan sosialisasi di kelurahan mengenai hal ini sejak dua tahun yang lalu.
“Tidak hanya memberikan informasi identifikasi berupa lokasi, isi naskah dan terjemahannya saja namun juga diberikan informasi implementasi yang dapat dimanfaatkan melalui naskah kuno tersebut,” jelasnya.
Dalam naskah kuno, Afia mengatakan memiliki nilai-nilai kehidupan yang dapat dimanfaatkan. Pihaknya memberikan contoh naskah kuno yang ada di Puro Pakualam telah dimanfaatkan oleh Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Paku Alam X yang telah menuangkan isi naskah kuno menjadi motif batik.
“Tidak hanya untuk peneliti, namun juga untuk masyarakat luas yang bisa menikmati. Nilai peradaban manusia yang terkandung dalam sebuah naskah kuno bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Afia. (*)
