“Tidak kepada atlet saja, namun kepada keluarga. Sehingga, saat latihan kita bisa tetap fokus, dan tidak terganggu dengan masalah yang ada di keluarga, karena hal tadi bisa mempengaruhi mental kita saat di latihan,” ujar Habib.
Sementara, Pj Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani berharap, para atlet bisa memberikan hasil terbaik dan menyumbang medali untuk Jateng.
“Terus berikan yang terbaik saat bertanding, berikan medali untuk kebanggan Salatiga dan bagi tim NPCI Jawa Tengah,” ujarnya.
Untuk permasalahan di luar latihan, seperti masalah mental, menurut Yasip, para atlet bisa memanfaatkan layanan konseling. Tidak hanya dari layanan psikolog, namun dari psikiater juga bisa dilakukan.
“Overconfidence, cemas, ragu-ragu, bisa menjadi masalah bagi atlet. Ini termasuk penyakit mental, dan atlet tersebut bisa menggunakan layanan psikolog maupun psikiater/ dokter spesialis kedokteran jiwa (SPKJ). Tidak usah ke rumah sakit, namun psikolog maupun psikiaternya bisa diundang ke home base atlet,” jelasnya.
