“Dengan tumbuh berkembangnya perusahaan, maka akan mampu merekrut para pekerja-pekerja dari Jawa Tengah, sehingga tingkat pengangguran akan semakin menurun. Dan korelasinya, kemiskinan pun akan semakin menurun,” ujarnya, dilansir dari jatengprov.go.id, Rabu 30 Oktober 2024.
Sebagai informasi, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Tengah pada Februari 2024 mencapai 4,39%. Persentase tersebut mengalami penurunan dibandingkan pada 2023, yang mencapai 5,29%
“Alhamdulillah saat ini iklim investasi di Jawa Tengah juga sedang meningkat, baik itu investasi lokal maupun PMA (penanaman modal asing). Kita harapkan di tahun 2025, akan semakin menurunkan kembali tingkat pengangguran dan kemiskinan,” kata Nana.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Azis membeberkan, perusahaan yang mendapatkan penghargaan Siddhakarya sudah melalui penilaian yang ketat. Sebelumnya terdapat 28 perusahaan yang mengikuti seleksi awal. Dari jumlah tersebut, tersaring 15 perusahaan.
Menurut Azis, pada tahap seleksi selanjutnya, terpilih tujuh perusahaan kategori unggul dan dua perusahaan kategori berkembang, yang mendapatkan penghargaan Siddhakarya. Tahapan penilaian yang harus dilalui perusahaan dimulai dari seleksi sistem informasi manajemen proyek, audit internal perusahaan, audit external, dan verifikasi. (*)
