Perlu diketahui, harga tembakau di Temanggung pada 2010 menembus Rp100.000 per kilogram. Karena pada waktu itu, selaian kualitas yang dihasilkan bagus, juga iklim sangat mendukung untuk menjadikan tembakau tersebut dihargai mahal.
“Ke depan, kita akan membuat kawasan aglomerasi, kawasan khusus pabrik rokok yang difasilitasi oleh Pemda yang diisi oleh para pelaku pengrajin rokok kretek lintingan. Sarana dan prasarananya kita siapkan, para perajin tinggal memakainya tanpa bayar sepeserpun, kita hanya ambil dari cukainya. Nanti dari pertanian yang memberikan terobosan-terobosan, baik pangsa pasar dan packaging,” tuturnya.
Kepala DKPPP Temanggung, Joko Budi Nuryanto menjelaskan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari guna meningkatkan kualitas tembakau.
“Kita mendatangkan narasumber dari pabrikan rokok dan ahli dalam bidang pertembakauan, sehingga nanti hasilnya diharapkan maksimal untuk modal tanam tembakau tahun depan. Selain itu, kita juga berandai-andai manakala kalau Temanggung mempunyai kawasan, industri atau aglomerasi, intinya tempat pengelolaan hasil tembakau agar dari teman-teman pelinting, produsen ini, bisa mempunyai tempat yang sama dan bisa memasarkan secara mandiri, karena jika mengandalkan pabrikan sudah beberapa tahun ini ya gitu-gitu saja,” tandasnya. (*)
