Setahun Damkarmat Tangani 298 Sarang Tawon di Kota Yogyakarta

Taokhid berharap, masyarakat lebih interest menjaga kebersihan lingkungan termasuk memperhatikan rumah/bangunan. “Sehingga dengan menjaga kebersihan dan memperhatikan lingkungan dapat mendeteksi munculnya sarang tawon lebih awal dan evakuasi lebih mudah dilakukan. Selain itu juga tidak membahayakan warga sekitar,” jelas Taokhid.

Saat ditemui, Komandan Regu 2 Pleton B, Damkarmat Kota Yogyakarta Heru Priyo Santoso mengungkapkan, saat di lapangan penanganan sarang tawon membutuhkan kehati-hatian tinggi karena potensi serangan dari tawon dapat menyebabkan reaksi alergi serius, bahkan berujung fatal.

“Kami memiliki tim khusus yang terlatih untuk menangani sarang tawon. Biasanya, kami melakukan operasi malam hari saat tawon lebih pasif untuk meminimalkan risiko serangan,” jelas Heru.

Menurutnya, musim pancaroba menjadi salah satu faktor utama peningkatan populasi tawon. Perubahan cuaca yang tidak menentu mendorong tawon membangun sarang di tempat yang lebih terlindung.

Selain itu, urbanisasi juga membuat habitat alami mereka semakin berkurang, sehingga mereka mencari tempat baru di area permukiman.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *