MAGELANG, Cakram.net – Alam sesungguhnya adalah buku terbuka yang menunggu dibaca. Mengenal alam berarti juga mengenal diri sendiri.
Warga lereng Merapi zaman dulu dianggap sebagai orang-orang yang paling mengenal karakter gunung ini. Mereka memiliki kemampuan membaca gejala alam terkait letusan.
Juru kunci Merapi seperti Mbah Maridjan yang menjaga lereng selatan dan Mbah Gini di lereng barat, sering menjadi tempat bertanya warga. Mereka mengasah kemampuan mengenal gunung melalui lelaku tirakat yang berat dan panjang.
Hari ini, ilmu titen mulai punah. Boleh dibilang tidak ada lagi warga lereng Merapi, terutama generasi muda yang memiliki kepekaan meraba tanda-tanda alam.
Padahal ada media teknologi yang bisa menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal Gunung Merapi. Ketep Volcano Theatre salah satunya.
