Dia menyebut hanya ada satu paket strategis yang memakai dana alokasi khusus (DAK) dari APBN yaitu renovasi Gedung Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA).
“Khusus yang dana DAK, diharapkan segera untuk dapat dilimpahkan proses pengadaannya. Harapannya sebelum Mei sudah dapat penyedia,” tambahnya.
Adapun 8 paket strategis Pemkot Yogyakarta tahun 2025 meliputi pemeliharaan berkala Jalan Sugeng Jeroni Cs dengan pagu anggaran sekitar Rp6,5 miliar, pembangunan saluran air hujan Jalan Dr Soepomo sekitar Rp5,5 miliar, pembangunan SMPN 10 sekitar Rp5,2 miliar, renovasi gedung dan bangunan UPT PPA dan RPS sekitar Rp4,7 miliar.
Selain itu, lanjutnya, pembangunan SDN Golo dengan pagu anggaran sekitar Rp4,2 miliar, rehabilitasi talud Sungai Code di Terban sekitar Rp2 miliar, penataan penerangan jalan kota di sektor 1 di Jalan Kusumanegara, Ki Mangunsarkoro dan Suryopranoto sekitar Rp2 miliar serta pembangunan sambungan rumah dan saluran pembawa di Tahunan sekitar Rp1,5 miliar.
“Untuk pekerjaan jasa pengawasan pembangunan sudah masuk lelang pengadaan elektronik seperti pengawasan pembangunan SDN Golo dan SMPN 10. Memang lebih awal jasa pengawasan karena proses pengadaan lebih lama yaitu 2,5 bulan. Kalau pengadaan konstruksi waktunya sebulan,” terang Joko.
Joko menjelaskan beberapa kriteria paket pekerjaan yang masuk strategis yaitu memiliki kesesuaian dengan visi misi wali kota, nilai paket pekerjaan dan faktor resiko. Visi misi itu misalnya terkait dampak kemanfaatan paket pekerjaan bagi masyarakat.
Nilai paket pekerjaan diurutkan berdasarkan dari anggaran terbesar dulu. Untuk faktor risiko itu terkait dengan masa waktu lama pengerjaan sehingga harus dipertimbangkan agar penyelesaiannya tidak terlambat dan putus kontrak.
Sementara itu,Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Umi Akhsanti mengatakan 2 paket strategis yang dibatalkan untuk mendukung efisiensi anggaran adalah pemeliharaan berkala Jalan Abu Bakar Ali dan Jalan Trimo Cs yang juga meliputi Jalan Yos Sudarso dan Wardani. Pemeliharaan jalan tersebut rencananya menggunakan DAK fisik dari pusat. Namun demikian pembatalan itu tidak berdampak signifikan ke masyarakat karena kondisi jalan itu kerusakannya tidak parah.
“Yang masih akan dilaksanakan dengan APBD, di Jalan Sugeng Jeroni. Pagu anggarannya memang paling besar karena paketnya meliputi dua ruas jalan Jalan Sugeng Jeroni dan Wahid Hasyim. Untuk pembangunan di SMPN 10 lanjutan dari tahun kemarin. Tahun 2024 membangun loby, ruang guru dan kelas. Tahun 2025 membangun 6 ruang kelas,” jelas Umi. (*)
