UNGARAN, Cakram.net – Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang mengadakan gropyokan tikus secara serentak di Kecamatan Banyubiru, Tuntang, Ambarawa, Bawen dan Kecamatan Jambu, Minggu 20 April 2025. Kegiatan yang melibatkan warga dan kelompok tani tersebut berhasil menangkap 4.325 ekor tikus.
Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno mengatakan gropyokan tikus dilakukan secara serentak untuk menekan populasi hama pengganggu tanaman tersebut. Selain gropyokan, pemusnahan hama tikus juga dilakukan dengan cara-cara alamiah seperti memperbanyak rumah burung hantu (rubuha).
“Ada 38 rumah burung hantu yang dipasang. Kita minta jangan ada lagi perburuan burung hantu, karena burung itu pemangsa alami tikus,” kata Edy, panggilan akrab Moh Edy Sukarno.
Edy menjelaskan, Gerakan Pengendalian Hama Tikus ini bertujuan untuk membangun komitmen pengendalian hama melalui penanaman serentak, terpadu, dan berkelanjutan. Pengendalian hama ini secara bertahap juga mengembalikan keseimbangan alam.
Kepala Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Rohmad mengungkapkan sawah di wilayah desanya yang rusak akibat serangan hama tikus mencapai 25 hektare. Total luasan sawah di Sraten sekitar 60 hektare.
