Baznas Kabupaten Semarang Fasilitasi Kaki Palsu untuk Tiga Penyandang Disabilitas

Penerima lainnya adalah Jarwati (40), warga Tengaran. Kepada petugas, ia menceritakan kisah lamanya yang terpaksa hidup dengan kelumpuhan di kaki kanan akibat polio sejak duduk di bangku kelas 1 SD.

“Dulu keluarga saya tidak mampu berobat. Sekarang saya sudah terbiasa menjahit sambil duduk. Tapi kalau ada alat bantu, saya bisa lebih leluasa bergerak,” tuturnya.

Ia menerima brace (penyangga kaki) untuk membantu aktivitas hariannya.

Sementara itu, Ngatiman (55) dari Ungaran Barat datang untuk mengganti kaki palsu yang sudah ia gunakan sejak 4,5 tahun lalu. Dulu, pasca-amputasi karena diabetes, ukuran kaki yang masih besar membuatnya mendapat kaki palsu berukuran lebih besar.

“Sekarang kakinya mengecil, kaki palsunya malah kebesaran. Jadi saya kesulitan jalan. Untung Baznas bantu saya ganti,” ungkap Ngatiman.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *