Dukungan dari Pusat Hingga Daerah

Musdesus di Balai Desa Kebumen juga menarik perhatian sejumlah tokoh penting. Hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih adalah bagian dari strategi besar untuk membangun ekonomi desa berbasis kebutuhan nyata. Targetnya: 80.000 koperasi terbentuk dalam dua bulan ke depan.
“Kita mulai dari pangan. Lalu lanjut ke pembukaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi warga desa. Kuncinya, semua harus sesuai kebutuhan lapangan, bukan sekadar laporan di atas kertas,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan modal sesuai kebutuhan usaha, disertai pelatihan manajemen untuk para pengurus koperasi.
Langkah Nyata Menuju Desa Mandiri
Bagi warga Desa Kebumen, pembentukan koperasi ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang menuju kemandirian ekonomi. Meski digagas pusat, keberhasilan program sangat bergantung pada daya juang warga dan kepemimpinan lokal.
“Desa jangan hanya jadi objek program. Kami ingin jadi pelaku utama perubahan. Mendirikan koperasi ini sama artinya dengan membangun martabat dan masa depan kami sendiri,” tutup Asrofik.(sm)
