Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), Arsjad Rasjid, mengatakan, Jateng kembali menjadi tuan rumah kejurnas panahan tersebut setelah 29 tahun.
Ditambahkan, kejurnas panahan junior itu menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya.
“Terlengkap dari segi kelompok umur, bahkan di bawah 10 tahun. Ini membangun ekosistem pembinaan nasional,” kata dia.
Pada tahun ini, jelas Arsjad, diselenggarakan dengan empat kategori usia, yakni U-18, U-15, U-13, dan U-10. Khusus kategori terakhir, baru disematkan pada kejurnas di Jateng 2025.
Secara keseluruhan, terdapat 442 atlet yang bertanding pada divisi Standar Nasional, 221 atlet divisi Recurve, dan 213 atlet divisi Compound.
“Ini bagian dari kolaborasi PB Pertani dan Bhakti Olahraga Djarum. Untuk pertama kalinya nanti ada juara umum, dan mendapat piala, serta uang pembinaan,” kata Arsjad.
Dia membeberkan, hal menarik dalam kejurnas di Jateng ini, terdapat 11 atlet dari Provinsi Papua Tengah yang baru saja tiba dari perjalanan panjang. Dukungan orang tua juga tampak, dengan perjalanan menyusul menggunakan moda transportasi kapal laut.
