Instrumen utama yang digunakan dalam pendataan ini adalah Profil Belajar Siswa (PBS), yakni alat asesmen yang dikembangkan sejak 2018.
PBS menggunakan pendekatan fungsional untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa dan dapat berfungsi sebagai alat skrining awal, khususnya di madrasah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan medis.
Ketua Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Pusat, Supriyono, turut hadir dan menyatakan bahwa Kelompok Kerja Pengawas Madrasah (Pokjawas) siap menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program ini.
“Kami bersama FPMI Kabupaten Semarang akan turun langsung ke madrasah binaan. Kami siap mendukung penuh agar pendataan PBS ini tuntas dalam waktu satu bulan,” ujarnya.(*)
