Agus menegaskan, pihaknya akan mengelola lahan sawit secara profesional agar produktif guna meningkatkan produksi sawit. Untuk itu, PT APN akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan pihak swasta.
“Produksi tidak boleh flat, harus meningkat terus. Kami sudah MoU dengan UI, IPB, dan perguruan tinggi lain, termasuk dengan swasta yang mempunyai kemampuan inovatif,” ujarnya.
Kata Agus, saat ini PT APN sudah mempekerjakan 18.600 karyawan. Pihaknya meyakini penyerapan tenaga kerja akan bertambah dengan adanya penambahan luas lahan sawit. “Kami perusahaan baru, baru empat bulan, sudah 18.600 tenaga kerja,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), Purwadi menyampaikan penandatangan MoU antara YPKPY dengan PT APN Persero sebagai bentuk dukungan kepada negara dalam pengembangan kelapa sawit.
“Fokus kami pada riset inovasi terapan. Kami juga menyiapkan mutu SDM untuk pengembangan dan pelatihan. Kami punya dua perguruan tinggi, satu YPKPY dan Instiper Yogyakarta yang akan fokus pada hal tersebut melalui PT APN Persero,” ujarnya. (rbd)
