Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov Jateng Terus Komitmen Kembangkan Inovasi

Ditambahkan, kehadiran industri besar memang membawa dampak positif, terutama dalam menciptakan lapangan kerja padat karya. Namun, efek rambat (trickle down effect) yang ditimbulkan masih terbatas.

Karena itu, pemerintah daerah perlu lebih fokus pada peningkatan nilai tambah komoditas lokal, agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

“Itulah tugas BRIN dan Brida Jateng. Bukan sekadar lembaga riset, melainkan harus menjadi penggerak dan fasilitator, dalam memanfaatkan sumber daya yang ada,” tegasnya.

Handoko menjelaskan, peran para peneliti sangat penting dalam mendorong inovasi untuk meningkatkan nilai komoditas lokal di berbagai sektor, seperti pangan, budaya, dan pariwisata. Tujuannya, agar inovasi tersebut dapat menggerakkan ekonomi daerah, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Sebagai contoh, komoditas bawang merah yang menjadi andalan Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk memperkuat perekonomian daerah. Dari sisi hulu, produksi petani sudah melimpah, dan di sisi hilir, industrinya juga berkembang, seperti pada sektor kuliner. Namun, menurut Handoko, rantai nilai di bagian tengah, yakni inovasi produk olahan, masih belum tergarap optimal. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *