Petani bawang di Desa Kemurang Wetan, Sukim, menyatakan senang dengan adanya bantuan pembangunan embung tersebut. Sebab, keluhan petani terhadap sulitnya air di saat musim kemarau, sudah menemukan solusi. “Ya senang, jadi tidak kesulitan air lagi saat kemarau,” ucapnya.
Menurut Sukim, saat musim kemarau tiba banyak, petani memilih tidak menanam karena airnya sulit. Dan harus mengambil air dari sungai, dengan biaya yang sangat mahal.
“Kalau kemarau sulit air. Kalau mau tanam, ambil airnya dari sungai dan biaya mahal,” imbuhnya.
Namun dengan adanya embung baru, petani mendapat harapan baru.“Ya senang, jadi petani semakin bersemangat untuk bertani,” tandasnya. (*)
