UNGARAN, Cakram.net – Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan KB (DP3AKB) Kabupaten Semarang akan menyiapkan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) khusus yang akan menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3AKB Kabupaten Semarag, Rizki Fitriana Dewi menjelaskan pembentukan UPTD PPA dimaksudkan untuk memaksimalkan upaya penanganan kasus kekerasan. “Rencananya Januari 2025 siap beroperasi menempati gedung bekas Kantor Kelurahan Panjang Ambarawa,” terangnya di sela acara apel Kampanye Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) tingkat Kabupaten Semarang di gedung serba guna Alun-alun Bung Karno Ungaran, Kabupaten Semarang, Minggu 7 Desember 2025.
Menurut Rizki, pelayanan PPA sebenarnya sudah dilaksanakan. Namun sesuai amanat Presiden RI, harus dibentuk UPTD PPA tersendiri. “Tujuannya agar penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak lebih komprehensif. Sekaligus menjaga privasi korban agar merasa aman,” jelasnya.
Kata Rizki, sudah ada peraturan Bupati Semarang yang mendasari pembentukan UPTD PPA.
“Untuk penanganan dilakukan 24 jam dan pelaporan bisa online. Tersedia tiga bed tempat tidur jika korban memerlukan penanganan inap,” tambahnya lagi.
<!-
Agar penanganan lebih baik, lanjutnya, ada kerja sama dengan Dinas Sosial, RSUD Gondo Suwarno Ungaran, RS Ken Saras, Polres Semarang serta PN Ungaran.
Adapun Apel Kampanye HAKTP 2025 dipimpin Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Apel diikuti puluhan perempuan dari berbagai instansi termasuk serikat pekerja.
Bupati menegaskan kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran HAM. “Karenanya penghapusan kekerasan itu tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” tandasnya.
Usai apel, Bupati menandatangani papan komitmen pencegahan kekerasan terhadap anak. Ikut serta Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang Dewanto LW dan pejabat yang hadir.
Dewanto mengatakan, kasus kekerasan ini layaknya fenomena gunung es. Lebih banyak kasus terjadi dibandingkan yang tercatat. “Ada 65 kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa dan 43 anak perempuan,” ungkapnya. (rbd)
