“Jadi minum obat meskipun belum belum sakit. Itu saya kira langkah yang baik dan saya sanggupi bersama Dinas Kesehatan dan tim serta Labda dan Labkesda, kemudian dari UGM. Nanti kita siap untuk menindaklanjuti dan harapan saya Yogya untuk center of excellence dan referral untuk penanganan TB,” tambahnya.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat sampai pertengahan November 2025 ada sekitar 1.161 kasus TB. Kasus tersebut bukan hanya warga Kota Yogyakarta tapi juga dari luar kota karena mengakses layanan kesehatan di Kota Yogyakarta. Dari jumlah itu, pasien yang memulai pengobatan TB sebanyak 1.085 dan sebagian kasus lainnya sedang dalam persiapan pengobatan.
Hasto menegaskan, Pemkot Yogyakarta aktif mengencarkan pemeriksaan dan kontak erat untuk mencegah penularan TB.
“Jadi kita harus active case finding. Kalau ada satu yang positif, serumah itu kita periksa semua dan kita kasih obat semua. Itu harus begitu, kalau enggak kita kalah dengan TB-nya,” tegas Hasto.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus menjelaskan kegiatan pemeriksaan kesehatan ACF dilakukan masif untuk memberantas TB secara maksimal. Mengingat Indonesia adalah negara nomor dua penderita TB terbanyak di dunia.
