Kasus PTVZ di Kota Yogyakarta Terkendali, DBD Masih Jadi Prioritas Pengendalian

Sementara itu, kasus malaria yang tercatat di Kota Yogyakarta mayoritas merupakan kasus impor dari wilayah endemis di Indonesia Timur, seperti Papua. Penularan tidak terjadi di dalam kota karena vektor Anopheles dan parasit malaria tidak berkembang di wilayah ini.

“Banyak pelajar, wisatawan, maupun pelaku perjalanan dinas dari wilayah endemis datang ke Yogyakarta. Saat berobat di sini, kasusnya tercatat di fasilitas kesehatan kota, meski penularannya terjadi di daerah asal,” jelas Anandi.

Dinas Kesehatan menekankan, pengendalian PTVZ sangat bergantung pada konsistensi perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat. Hal-hal sederhana seperti genangan air di pot bunga, wadah bekas, talang air, hingga tempat minum hewan peliharaan sering menjadi lokasi berkembang biaknya vektor penyakit.

Sehingga penguatan edukasi, pelibatan wilayah dari tingkat RT/RW, serta gerakan masyarakat sebagai strategi utama pengendalian PTVZ di Kota Yogyakarta. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *