UNGARAN, Cakram.net – Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menyiapkan strategi gerakan pengendalian (gerdal) organisme penggangu tanaman (OPT). Hal ini sebagai upaya menjaga produktivitas pertanian sekaligus untuk mewujudkan swasembada pangan tahun 2026.
“Gerakan pengendalian hama pengganggu tanaman akan dilaksanakan dua kali dalam satu tahun setelah masa tanam. Masa efektif untuk melaksanakan gerdal OPT ketika musim tanam di bulan Oktober sampai Maret,” ungkap Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno di sela mengikuti acara pengumuman swasembada pangan oleh Presiden Prabowo melalui zoom di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Rabu 7 Januari 2026.
Menurut Edy, saat ini di beberapa kecamatan sudah melaksanakan gerdal. Biasanya bulan Maret menjadi puncak serangan hama tikus di lahan pertanian, terutama kecamatan yang berada di sekitar danau Rawapening, seperti Banyubiru, Tuntang, Bawen dan Kecamatan Ambarawa. “Pengalaman tahun 2025 lalu, serangan hama tikus di lahan sawah di Kecamatan Banyubiru dan Kecamatan Tuntang cukup masif,” bebernya.
Edy menyampaikan, Dispertanikap juga akan mendorong pertanian semi organik di Kabupaten Semarang guna meningkatkan indeks produksi, sesuai instruksi Bupati Semarang. Sehubungan itu, pada tahun 2026 ada bantuan pupuk organik bagi para petani untuk mensubstitusi penggunaan pupuk kimia secara bertahap. “Dari uji coba yang sudah dilakukan, penggunaan pupuk organik cukup efisien dan produktivitasnya cukup bagus,” ujarnya.
Selain pupuk, lanjut Edy, ada bantuan bibit padi genjah yang bisa panen di usia tanaman 80 hari. Sehingga waktu panen lebih cepat dari biasaya sekitar 120 hari.
