Untuk sementara, Sukarti dan keluarganya mengungsi di rumah tetangga. Ia memilih tetap berada di sekitar lokasi agar bisa memantau kondisi rumahnya yang rawan longsor susulan. Tujuh tahun saya tinggal di sini, baru kali ini mengalami kejadian separah ini,” ujarnya.
Sementara, rumah Imam Ruswahyudi (46) yang berada satu komplek dengan Sukarti mengalami jebol pada tembok bagian belakang. Akibatnya, air masuk ke dalam rumahnya dan mengalir deras ke kawasan perumahan yang lokasinya lebih rendah.
“Saat kejadian saya masih di kantor. Setelah melihat video dari grup paguyuban warga dan grup RT, saya bergegas pulang. Sampai rumah kondisinya sudah dipenuhi air, dan airnya mengalir deras masuk ke permukiman,” kata Imam.
Air menerjang rumah Imam karena di belakang rumahnya sudah tidak ada saluran air. Beruntung saat kejadian rumah kosong, karena istri dan anak-anaknya sedang beraktivitas di luar. Tapi sejumlah barang elektronik terendam air.
Di tempat lain, tak jauh dari Perumahan Griya Bukit Jati Asri, tebing setinggi sekitar 7 meter mengalami longsor ke jalan penghubung Kalirejo-Kalongan-Leyangan. Kejadian itu sempat mengganggu kelancaran lalu lintas, tapi tidak berlangsung lama. Tidak hanya itu, hujan deras juga mengakibatkan banjir di seputaran Amaya, tak jauh dari Alun-alun Bung Karno Ungaran.
