“Kami ingin hubungan ini saling menguntungkan. Apa yang menjadi kebutuhan Jepang bisa kami dukung di Jawa Tengah, dan potensi Jawa Tengah juga bisa memberikan manfaat bagi Jepang,” ujarnya, dilansir dari jatengprov.go.id, Kamis 12 Februari 2026.
Bagi Pemprov Jateng, pembenahan Rawa Pening bukan sekadar proyek lingkungan, melainkan agenda strategis yang berkaitan dengan ketahanan air, energi, dan ekonomi masyarakat. Kolaborasi internasional dinilai menjadi kunci agar danau tersebut tetap lestari sekaligus produktif. Bahkan, kerja sama dengan Jepang telah ditegaskan dalam nota kesepahaman (MoU), salah satunya terkait pengembangan ekonomi terbarukan.
“Tadi sudah membuat MoU dengan Jepang terkait dengan ekonomi terbarukan, kemudian beberapa investasi yang nantinya akan didatangkan dari Jepang ke tempat kita,” kata Luthfi.
Dijelaskan, kerja sama tersebut sebagai upaya penguatan ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi baru, termasuk pengembangan kawasan danau sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. “Green economy dan ekonomi baru menjadi prioritas utama. Jepang lebih maju di bidang itu dan akan kita manfaatkan,” bebernya.
Pemprov Jateng juga mendorong Rawa Pening menjadi lokasi pilot project, dengan dukungan hibah maupun transfer teknologi dari Prefektur Shiga, yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan Danau Biwa, danau terbesar di Jepang.
