Upaya tersebut tidak hanya memperluas pengetahuan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran hukum, memperkuat semangat bela negara, serta mendorong kemandirian warga.
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus berjalan dari tahun ke tahun dalam mendukung pembangunan daerah.
“Program ini secara tidak langsung turut mendorong terwujudnya visi Kabupaten Purbalingga lima tahun ke depan, yaitu Akselerasi Pembangunan Kolaboratif untuk Purbalingga Mandiri dan Sejahtera,” ujarnya saat upacara pembukaan TMMD di Pendapa Dipokusumo, Selasa 10 Februari 2026.
Total anggaran TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 mencapai Rp499 juta, berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp279 juta serta APBD Kabupaten Purbalingga sebesar Rp220 juta untuk mendukung percepatan pembangunan desa.
“Tema TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa mengandung makna bahwa kemajuan bangsa bermula dari desa dan pembangunan akan berhasil apabila seluruh elemen, mulai dari TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat, melangkah bersama dalam satu tujuan,” katanya.
