Seorang warga Lingkungan Berokan, Alif menyebutkan pembiaran ini sudah berlangsung lama tanpa ada tindakan dari dinas terkait. “Sudah lama seperti itu, memang tidak ada perhatian untuk perawatan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Imam Karsono mendesak para stakeholder terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan pembersihan total. Ia menduga fenomena “trotoar hilang” ini terjadi di banyak titik lain di Kabupaten Semarang.
“Jangan hanya fokus membangun, tapi lupa merawat. Saya minta dinas berwenang segera bertindak. Jangan sampai fungsinya mati hanya karena tertutup tanah dan rumput,” pungkasnya. (rbd)
Halaman: 1 2
