UNGARAN, Cakram.net – Menyikapi kekhawatiran masyarakat akan meningkatnya gangguan keamanan selama bulan suci Ramadan, Polres Semarang intensifkan patroli dan operasi penyakit masyarakat (pekat). Berbagai potensi gangguan, seperti tawuran, trek-trekan, dan perang sarung yang sering kali disertai senjata tajam atau pemukul, menjadi perhatian utama pihak kepolisian.
Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mengungkapkan masyarakat khawatir dengan tindakan kriminal yang kerap terjadi selama liburan panjang. Menyikapi hal ini, Polres Semarang langsung menurunkan jajaran petugas dari level terkecil, Bhabinkamtibmas, untuk melakukan patroli rutin di seluruh wilayah.
“Bhabinkamtibmas harus aktif turun ke masyarakat, terutama selama Ramadan ini. Banyak waktu luang dan libur, sehingga penting bagi kami untuk lebih menyentuh langsung masyarakat untuk mencegah segala bentuk gangguan,” ujar AKP Bodia.
Selain patroli, lanjut AKP Bodia, Polres Semarang juga melaksanakan Operasi Pekat yang sudah dimulai sejak 17 Februari 2026 dan akan berlanjut hingga 5 Maret mendatang. Operasi ini difokuskan pada pemberantasan premanisme, kekerasan, prostitusi, narkoba, serta perjudian, baik konvensional maupun online. Polres Semarang telah melakukan 17 penindakan terhadap berbagai pelanggaran, termasuk pungutan liar dan praktik perjudian.
“Operasi pekat ini melibatkan empat satgas yang secara rutin melakukan patroli dan penindakan pelanggaran di lapangan. Kami tidak akan tinggal diam, terutama terhadap aksi kekerasan dan kejahatan yang mengganggu dan merusak ketentraman dan ketertiban masyarakat,” tegas Kasatreskrim Polres Semarang.
