“Ini merupakan bentuk (bukti) bahwa masyarakat kita sudah siap pakai. Anak-anak muda kita di sekolah-sekolah vokasi di Jawa Tengah, siap bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kita,” ujarnya.
Untuk itu, saat ini pihaknya gencar mendorong sekolah vokasi, investasi padat karya, hingga memperbanyak Balai Latihan kerja (BLK) di kabupaten/kota di provinsi ini.
Siswa SMK Raden Umar Said Kudus, Haidar mengaku, meskipun baru duduk di kelas XI, kemampuannya di bidang animasi sudah berkembang pesat sejak belajar di sekolah tersebut.
Haidar berharap suatu saat dapat menjadi animator profesional, dan berkarya di industri animasi. Sebab, para siswa sudah dibiasakan mengerjakan proyek-proyek dari industri, agar memiliki pengalaman kerja sebelum lulus. Bahkan, sebagian karya siswa di sekolah tersebut sudah ada yang terjual ke Amerika dan Jepang.
Para siswa tidak hanya didorong untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga menghasilkan karya nyata yang bisa menjadi portofolio ketika mereka masuk dunia kerja.
