Dalam paparannya, Luthfi menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini sekitar 5,37%. Capaian tersebut diperoleh melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Hipmi. Dia ingin hal itu terus terjaga dan ditingkatkan, terlebih saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten/ kota sedang berupaya menggenjot investasi.
Dalam kesempatan itu, Luthfi juga berdialog dan mendengarkan aspirasi dari para pengusaha muda yang hadir. Aspirasi yang disampaikan mulai dari perizinan, hingga optimalisasi aset-aset pemerintah.
Pengusaha asal Banjarnegara, Eko, mengapresiasi komitmen Gubernur Ahmad Luthfi, yang mendorong sinergi bupati dan wali kota dengan Hipmi kabupaten/ kota. “Komitmen itu sangat berkesan. Selama ini susah bertemu bupati, dengan ini kalau bisa dikoordinasikan lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Ali Said mengatakan, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan investasi Jawa Tengah, sangat luar biasa dari waktu ke waktu. Apalagi dengan adanya kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri di beberapa daerah, yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Jateng.
“Pertumbuhan investasi di Jateng tahun 2025 tumbuh 6,76%. Sebelumnya 6,5%, jadi trennya semakin naik dari tahun ke tahun. Itu menggembirakan bagi kita. Peran pengusaha sangat besar untuk mendorong pertumbuhan perekonomian,” jelasnya. (*)
