Jaga Kualitas Tembakau Temanggung, Petani Didorong Ikut Program Kemitraan

Ia menyatakan, perusahaan untuk konsisten dalam membeli tembakau rakyat, yakni hanya membeli yang murni sesuai dengan kriteria perusahaan. Jangan menerima yang ada campurannya. Jika memang menerima tembakau olahan campuran, maka harga tembakau murni atau tembakau Jawa harus lebih mahal.

Seorang petani, Yamuhadi (45) mengatakan skema kemitraan, petani tidak hanya mendapatkan kepastian pasar, tetapi juga edukasi terkait standar budidaya yang benar.

“Memang masih ada sebagian kecil yang menambahkan bahan lain. Tapi dengan kemitraan ini, kami memberikan pemahaman agar kualitas tembakau Temanggung tetap terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, kemitraan juga membuka peluang bagi petani untuk menghasilkan tembakau dengan kualitas tinggi. Meski saat ini belum semua kerja sama disertai kontrak harga yang pasti, pola ini dinilai tetap menguntungkan, karena hasil panen lebih terarah sesuai kebutuhan industri.

Sementara itu, dari sisi harga, Yamuhadi menyebutkan pada musim tanam tahun lalu, harga tembakau tertinggi di tempat tinggalnya, wilayah Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, mencapai Rp 85 ribu per kilogram untuk grade terbaik. Namun secara rata-rata, harga dari berbagai grade berada di kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *