Saat ini, Pemprov Jateng telah memiliki 369 titik WiFi publik yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari desa, sekolah, hingga ruang publik. Jumlah tersebut akan terus bertambah setiap tahun.
Menariknya, minat dari pihak ketiga cukup tinggi. Sejumlah agensi mulai tertarik untuk bekerja sama mengelola captive portal dan menawarkan iklan. “Banyak yang tertarik, tidak hanya satu agensi. Karena titiknya terus bertambah, peluangnya juga besar,” ungkap Agung.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, pihaknya akan memaksimalkan aset dan potensi untuk peningkatan pendapatan pada 2027. (*)
