YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Komite Ekonomi Kreatif mulai mematangkan konsep Calendar of Event (CoE) terintegrasi sebagai strategi penguatan pariwisata dan ekonomi kreatif. Gagasan ini mengemuka dalam pertemuan yang digelar di Ruang Yudistira, Balai Kota Yogyakarta, Kamis 9 April 2026.
Direktur Jogja Festivals, Dinda Intan Pramesti Putri, menjelaskan Calendar of Event tidak sekadar daftar kegiatan tahunan, melainkan sebuah sistem kurasi strategis yang mampu mengorkestrasi berbagai event lintas sektor. “Calendar of Event itu bukan hanya list kegiatan, tapi strategi pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif, sekaligus instrumen city branding. Semua event baik seni budaya, MICE, maupun komunitas bisa terhubung dalam satu platform sepanjang tahun,” ujarnya, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Jumat 10 April 2026.
Menurutnya, konsep ini juga dapat memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota festival di tingkat global, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata berbasis event.
Dinda menawarkan model kurasi berlapis atau tiering system dalam pengelolaan event. Tier pertama adalah flagship event berskala nasional hingga internasional, tier kedua mencakup strategic events berskala nasional atau regional dengan potensi wisata tinggi. Sementara tier ketiga adalah community events yang berbasis partisipasi warga dan komunitas lokal.
“Dengan sistem ini, kita bisa menentukan prioritas dukungan, sekaligus menjaga keberlanjutan dan kualitas event di Kota Yogya,” jelasnya.
