Pameran Sumbu Filosofi Harus Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Yogyakarta

Sementara itu, penanggung jawab pameran sekaligus akademisi ISI Yogyakarta, Nano Warsono menjelaskan pameran bertajuk Sumbu Filosofi Yogyakarta dan Penanda Sejarahnya, Melihat Pusaka Dunia Melalui Sudut Pandang Berbeda merupakan hasil kolaborasi internasional yang telah terjalin sejak 2005 antara TU Wien, UGM, dan ISI Yogyakarta. Pameran yang berlangsung pada 18–19 April 2026 ini melibatkan 30 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Mulai dari ISI, Fakultas Ilmu Budaya UGM, serta Magister Arsitektur UGM.

“Kami ingin masyarakat, terutama anak-anak, bisa memahami filosofi ini dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif. Harapannya, Sumbu Filosofi tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat dan menjadi kebanggaan bersama,” jelas Nano.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama para pemangku kepentingan berharap nilai-nilai filosofis yang melekat pada ruang kota tidak hanya terjaga, namun juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan budaya dan ekonomi secara berkelanjutan. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *