“WJNC itu hanya salah satu puncak. Kita sedang menyusun rangkaian besar selama Oktober, mulai dari budaya, perdagangan, hingga kegiatan komunitas,” jelasnya.
Selain agenda internal, Pemkot juga merangkul event besar dari pihak swasta dan komunitas seperti ARTJOG maupun Kustomfest ke dalam satu narasi promosi tanpa mengambil alih kepemilikan acara.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menambahkan UMKM kini diposisikan sebagai bagian dari pengalaman wisata, bukan sekadar pelengkap. “Wisatawan tidak hanya membeli produk, tapi juga melihat proses dan memahami cerita di balik produk tersebut,” kata Tri Karyadi.
Pihaknya juga tengah menyiapkan merchandise resmi Kota Yogyakarta yang terkurasi dan memiliki sertifikasi HAKI untuk meningkatkan daya saing lokal.
Senada dengan hal itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muh Zandaru Budi Purwanto, memaparkan data positif sektor pariwisata. Pada tahun 2025, jumlah kunjungan mencapai 11 juta orang dengan rata-rata belanja Rp2,28 juta per orang.
