7 Kecamatan di Temanggung Tak Punya SMA, Bupati Wadul ke Gubernur

TEMANGGUNG, Cakram.net – Momentum Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah yang dihadiri sejumlah bupati/walikota di wilayah Keburejo dan Gelangmanggung (Kebumen, Purworejo, Kota Magelang, Magelang, Temanggung) dimanfaatkan sejumlah kepala daerah untuk melaporkan persoalan pendidikan pada Gubernur Ahmad Lutfi. Pasalnya, di sejumlah titik blank spot tidak terdapat Sekolah Menengah Atas (SMA), sehingga memicu tingginya Anak Tidak Sekolah (ATS).

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, di wilayahnya ada tujuh kecamatan yang tidak ada SMA-nya, yakni Gemawang, Wonoboyo, Tretep, Tlogomulyo, Selopampang, Kledung, dan Bejen. Kondisi ini sangat memprihatinkan, sebab anak-anak di wilayah tersebut mengalami kesulitan ketika lulus dari bangku SMP dan hendak melanjutkan ke jenjang SMA. Aspirasi itu pun langsung ditanggapi pihak Pemprov yang berjanji akan membangunkan sekolah di wilayah blank spot.

“Ada tujuh kecamatan blank spot yang sama sekali tidak ada sekolah SMA. Setelah melaporkan, tadi sudah disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah kaitannya siap membangunkan, tinggal Pemkab berusaha menyediakan lahan untuk pembangunan itu. Paling tidak kita sudah bisa menginventarisir lokasi paling strategis di tujuh wilayah blank spot tersebut,” ujar bupati yang akrab disapa Agus Gondrong di Pendapa Pengayoman, Rabu 3 Juni 2026.

Agus menyampaikan, yang paling memprihatinkan adalah tiga kecamatan di wilayah utara (Tretep, Wonoboyo, Bejen), karena jarak dengan ibu kota kabupaten itu kurang lebih 40 kilometer, jarak terdekat dengan SMK sekitar 24 kilometer. Alhasil, anak-anak di wilayah ini banyak masuk di sekolah swasta, karena zonasi di tiga kecamatan itu memperoleh prosentase sangat kecil di SMA terdekat.

Hal senada juga disampaikan Bupati Magelang, Grengseng Pamuji yang meminta penambahan SMA di lereng Sumbing, Kecamatan Kaliangkrik, Kajoran, dan di lereng Merbabu perbatasan Boyolali. Lantaran di daerah tersebut belum ada SMA/SMK Negeri. Tak ketinggalan, Bupati Purworejo, Yuli Hastuti pun meminta agar dibangunkan pula SMK di wilayah Kecamatan Bruno, sebab di daerah itu padat penduduk dan banyak kemiskinan ekstrem.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *