UNGARAN, Cakram.net – Sanggar Budaya Condrowinoto di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, kembali menggelar ujian kenaikan tingkat (pendadaran) rutin tahunan bagi para siswanya. Berbeda dari ujian sekolah formal pada umumnya, ujian yang digelar pada masa liburan sekolah ini dikemas dalam bentuk pertunjukan ketoprak yang mengangkat lakon sejarah perjuangan pahlawan wanita, “Nyi Ageng Serang”.
Pengelola Sanggar Budaya Condrowinoto, R.Ngt. Eropeana Puspitasari menjelaskan bahwa dari total sekitar 100 murid aktif, sebanyak 86 anak terlibat langsung dalam ujian kali ini. Pementasan ketoprak dipilih secara khusus sebagai instrumen evaluasi materi bagi kelas Budi Pekerti Jawa.
“Di Sanggar Condrowinoto ada beberapa kelas, mulai dari tari, karawitan, wayang, hingga budi pekerti Jawa yang bersifat wajib. Ujian ketoprak ini adalah wadah bagi anak-anak yang mengikuti kelas budi pekerti. Jadi mereka tidak hanya bisa menari atau menabuh gamelan, tetapi juga memahami bagaimana bertingkah laku yang baik sebagai orang Jawa,” ujar Ana, sapaa akrab Eropeana Puspitasari di sela-sela acara, Jumat malam 26 Juni 2026.
Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Ana menambahkan, pemilihan lakon Nyi Ageng Serang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kegigihan dan nasionalisme kepada generasi muda dalam mempertahankan Nusantara. Hal ini sejalan dengan visi utama didirikannya Sanggar Condrowinoto.
“Saya selalu menanamkan kepada anak-anak: kalian lahir, sekolah, dan besar di tanah Jawa, lalu apa yang bisa kalian berikan untuk tanah Jawa? Tujuan sanggar ini adalah agar generasi muda tidak kehilangan jati dirinya, serta kelak melahirkan pemimpin bangsa yang memiliki karakter Nusantara,” tegasnya.
