UNGARAN, Cakram.net – Festival Bunga Bandungan kembali digelar untuk kelima kalinya pada 3–5 Juli 2026 mendatang. Event tahunan yang murni diinisiasi oleh para petani dan pedagang bunga yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Petani Bunga Bandungan (P3BB) ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian daerah, sekaligus didorong untuk masuk ke dalam kalender event nasional.
Ketua Panitia Festival Bunga Bandungan, Amir, menjelaskan rangkaian acara akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Pembukaan akan dilaksanakan pada 3 Juli, dilanjutkan kegiatan workshop pada 4 Juli. Sementara puncak acara berupa parade mobil hias akan digelar pada 5 Juli, dimulai pukul 09.00 WIB dengan rute dari Wahid Bandungan Hotel & Resort menuju Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bandungan, dan ditutup dengan penampilan seni di Lapangan Desa Jetis.
“Tahun ini ada 25 peserta yang berpartisipasi. Sebagai bentuk evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, prosesi ‘rebutan bunga’ kali ini dikonsep lebih tertib. Begitu rombongan masuk lapangan, panitia yang akan membagikan bunganya secara langsung kepada masyarakat, jadi bukan warga yang berebut sendiri untuk menghindari kericuhan,” ujar Amir dalam jumpa pers di Wahid Bandungan Hotel & Resort, Selasa 30 Juni 2026.
Pengamanan Ketat dan Antisipasi Kemacetan
Belajar dari gelaran sebelumnya, pihak panitia juga memperketat pengamanan demi menjaga estetika mobil hias hingga garis finish. Perwakilan Panitia, Hendro, menyebutkan bahwa setiap mobil hias akan dikawal oleh 20 orang yang terlibat dalam pembuatan mobil tersebut, ditambah pengawalan sepeda motor.
“Mereka bertugas menegur penonton yang mencoba mengambil bunga sebelum waktunya. Festival ini adalah bentuk ucapan syukur petani. Saat ini, bunga Bandungan sudah dikenal luas bahkan hingga Timor Leste. Ke depan, kami berharap bisa membudidayakan jenis bunga baru yang lebih beragam,” tutur Hendro sembari menambahkan bahwa panitia telah menyediakan sejumlah kantong parkir bagi warga guna mengantisipasi kemacetan.
